
Haid bukan hanya soal darah dan nyeri perut, tapi juga perubahan emosi dan selera makan. Di momen inilah banyak perempuan tiba-tiba menginginkan makanan pedas, seolah rasa pedas bisa jadi pelarian dari rasa tidak nyaman pada tubuh.
Meski begitu, tidak sedikit yang merasakan perut mulas atau nyeri haid semakin terasa setelah mengonsumsi makanan pedas. Lalu, apakah makan pedas saat haid sebenarnya boleh dilakukan, atau sebaiknya dibatasi? Apa yang tidak boleh dimakan saat haid agar nyeri tetap aman? Yuk, sama-sama simak infonya.
Amankah Konsumsi Makanan Pedas saat Haid?
Banyak perempuan merasakan peningkatan nafsu makan atau keinginan kuat pada makanan tertentu saat haid, termasuk makanan pedas. Melansir jurnal PubMed Central (2018), peningkatan ini dipengaruhi fluktuasi hormon estrogen, progesteron, dan serotonin.
Fluktuasi hormon tersebut menyebabkan tubuh ‘ingin’ rasa atau tekstur tertentu untuk mengatur suasana hati saat tubuh sedang berubah. Bahkan bukan hanya selama haid, keinginan ini juga bisa terjadi sebelum menstruasi mulai.
Lalu, apakah makan pedas saat haid masuk kategori aman? Jawaban umumnya adalah cukup aman, tetapi perlu memperhatikan kondisi tubuh masing-masing. Alasannya karena makanan pedas mengandung capsaicin yakni senyawa yang membuat rasa pedas.
Melansir Discovery Journals, capsaicin ini memiliki sifat anti inflamasi, analgesik (potensi meredakan nyeri), dan bahkan berperan dalam metabolisme tubuh. Itu artinya, ada sederet manfaat yang baik untuk tubuh.
Namun, bukan berarti makanan pedas tidak bisa menimbulkan risiko dan efek pada pencernaan. Karena itu, jika kamu memiliki pencernaan sensitif, sering mulas, atau gejala pencernaan lain saat haid, hindari dulu makan pedas terutama porsi besar.
Dampak Makan Makanan Pedas ketika Haid
Kamu yang masih menuruti ngidam makan pedas bahkan tanpa batas toleransi, berisiko mengalami beberapa hal berikut:
1. Meningkatkan Kram Perut
Saat haid, rahim berkontraksi untuk meluruhkan dinding rahim, dan proses ini secara alami sudah bisa menimbulkan nyeri atau kram. Perubahan hormon juga membuat tubuh lebih sensitif terhadap rasa sakit.
Makanan pedas dapat merangsang sistem saraf dan pencernaan, sehingga rasa tidak nyaman di perut akan terasa lebih kuat. Kram haid pun yang sebelumnya ringan bisa terasa lebih mengganggu setelah makan pedas.
2. Memicu Perut Kembung
Perut kembung adalah keluhan umum saat haid karena hormon progesteron dapat memperlambat kerja sistem pencernaan. Kondisi ini membuat gas lebih mudah terperangkap di dalam perut.
Ketika ditambah makanan pedas, produksi gas bisa meningkat dan menyebabkan perut terasa penuh, begah, atau tidak nyaman. Inilah sebabnya, banyak orang merasa perut semakin kembung setelah makan pedas saat haid.
3. Iritasi Lambung
Rasa pedas yang berasal dari senyawa capsaicin bisa memicu sensasi panas pada lambung. Pada sebagian orang, lambung menjadi lebih sensitif selama haid akibat perubahan hormon.
Jika mengonsumsi makanan pedas secara berlebihan, lambung dapat mengalami iritasi yang ditandai dengan perut, mual, bahkan sensasi terbakar di perut. Risiko ini lebih besar pada orang yang memiliki maag atau asam lambung.
4. Peradangan dan Gangguan Pencernaan
Ketika haid, tubuh sedang mengalami proses peradangan alami sebagai bagian dari siklus menstruasi. Kondisi ini membuat sistem pencernaan menjadi lebih rentan terhadap rangsangan tertentu.
Makanan pedas yang dikonsumsi berlebihan dapat memicu gangguan pencernaan seperti mulas atau diare. Akibatnya, tubuh bisa terasa lebih lemas dan tidak nyaman selama masa haid.
5. Memperlambat Siklus Haid
Pada beberapa orang, konsumsi makanan pedas berlebihan juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon dan aliran darah. Karena inilah, potensi siklus haid menjadi tidak teratur atau terasa lebih lama semakin tinggi.
Meski tidak terjadi pada semua orang, efek ini bisa muncul jika tubuh tidak cocok dengan makanan pedas saat menstruasi. Bahkan, karena hormon tidak seimbang, jerawat pun akan semakin banyak bermunculan.
Skip Makanan Pedas! Pilih Sido Muncul Kunyit Asam yang Lebih Aman
Daripada memaksakan diri makan pedas atau hanya menuruti ngidam, kamu yang tidak ingin kram perut semakin parah bisa memilih minuman herbal yang menyehatkan. Salah satunya Sido Muncul Kunyit Asam Lancar Datang Bulan.
Minuman tradisional yang sudah lama ada di Indonesia ini terkenal sebagai pendamping alami saat haid. Khasiatnya sangat bagus untuk membuat tubuh merasa nyaman tanpa membebani sistem pencernaan.
Kandungan Sido Muncul Kunyit Asam yang Menyehatkan
Sido Muncul Kunyit Asam terbuat dari bahan-bahan alami yang dikenal mampu menenangkan tubuh saat haid, seperti:
● Kunyit (Curcuma domesticae Rhizoma): Mengandung kurkumin yang bersifat anti inflamasi, membantu meredakan nyeri dan kram perut.
● Asam Jawa (Tamarindi Pulpa): Memberi rasa segar sekaligus membantu pencernaan tetap lancar dan aman.
● Kencur dan Jahe: Membantu menghangatkan perut dan mengurangi rasa kembung.
● Delima dan Guarana: Menambah rasa nikmat sekaligus memberi kesegaran ekstra bagi tubuh.
Semua bahan-bahan ini diproses dengan standar modern, jadi aman dan nyaman diminum sehari-hari.
Manfaat Sido Muncul Kunyit Asam saat Haid
Bukan hanya enak, Sido Muncul Kunyit Asam juga punya manfaat besar saat menstruasi:
● Meredakan kram dan nyeri perut tanpa efek samping seperti pedas.
● Mengurangi perut kembung sehingga tubuh terasa lebih ringan.
● Melancarkan datang bulan bagi yang siklusnya kadang tidak teratur.
● Menjaga tubuh tetap segar dan bertenaga meski sedang PMS.
● Bisa diminum baik dingin maupun hangat, jadi fleksibel sesuai selera.
Aturan Konsumsi yang Tepat
Supaya manfaatnya maksimal, kamu bisa minum 1-2 botol sehari mulai dari 3 hari sebelum haid, selama haid, dan beberapa hari setelahnya. Bisa diminum dingin untuk sensasi segar, atau hangat untuk efek yang lebih menenangkan.
Dengan skip makanan pedas dan memilih Sido Muncul Kunyit Asam, kamu bisa tetap menikmati haid dengan nyaman, tubuh rileks, dan mood tetap oke. Yuk, selalu siap sedia Sido Muncul Kunyit Asam di rumah!

Health,
Lifestyle



Tidak ada komentar:
Posting Komentar